Showing posts with label AL. Show all posts
Showing posts with label AL. Show all posts

Tuesday, September 11, 2012

KARYA TERBARU ANAK BANGSA - KRI KLEWANG

KRI Klewang -  625
Trimaran Battleship pertama di Asia Tenggara

Hari Jumat, 31 Agustus 2012 menjadi hari yang bersejarah bagi TNI AL khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya, sehubungan dengan diluncurkannya sebuah Kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) yang merupakan hasil karya anak bangsa, PT Lundin Industry Invest (Banyuwangi) bekerjasama dengan arsitek kapal dari New Zealand.

Kapal dengan bentuk Trimaran ini dibangun menggunakan material komposit serat karbon yang memanfaatkan vacuum infusion process dan resin vinylester. Dengan panjang 63 meter dan bentuk lambung yang radikal memungkinkan kapal ini memecah gelombang dalam kecepatan tinggi tanpa mengurangi stabilitas kapal dan dapat melaju dengan kecepatan tinggi serta beroperasi di laut curam dan pendek sesuai dengan karakterisktik garis pantai di kepulauan Indonesia. Jumlah Kru kapal sebanyak 29 orang ditempatkan pada tiga lantai.




Thursday, March 31, 2011

USMAN DAN HARUN (Pahlawan DWIKORA) yang terlupakan

Mungkin tidak semua masyarakat Indonesia mengenal Usman dan Harun. Pahlawan Dwikora dari Korps Komando Operasi (KKO) yang sekarang bernama Korps Marinir TNI-AL, seolah-olah tenggelam diantara nama-nama pahlawan lainnya. Bahkan dalam pelajaran-pelajaran sejarah di bangku sekolah, nama keduanya jarang bahkan hampir tidak tersebutkan sama sekali, padahal jika kita melihat apa yang telah mereka lakukan adalah sebuah kisah heroik yang Tabah sampai akhir.

Sunday, March 20, 2011

Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI-AL

Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut yang dididik dan dilatih untuk menguasai PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut) selama 6 bulan masa perekrutan di Bumi Marinir, Cilandak.

Tugas pokok :
  1. pembinaan kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai
  2. kemampuan klandestin aspek laut.

Thursday, March 17, 2011

PERBEDAAN SNIPER DENGAN PENEMBAK JITU

Selama ini banyak orang awam yang menganggap bahwa penembak jitu adalah sebutan untuk sniper. Keduanya memang dididik dan dilatih untuk menembak tepat pada sasarannya. Namun sebenarnya banyak sekali perbedaan yang sifatnya mendasar dari keduaya, mulai dari segi operasional, struktur sampai dengan sistem persenjataan yang digunakannya.

Agar lebih jelasnya dan lebih gamblang, dalam posting kali ini kita akan melihat lebih seksama tentang apa yang membedakan keduanya.

Wednesday, March 16, 2011

LYUDMILA PAVLICHENKO (Sniper Legend-2)

Sniper ternyata tidak hanya didominasi oleh kaum pria, di Rusia begitu banyak sniper-sniper wanita yang menjadi legendaris, salah satunya adalah  Lyudmila Pavlichenko, yang dilahirkan pada tanggal 12 Juli 1916.

Lyudmila mengenal senjata sejak usia 14 tahun, saat ia bergabung dan menjadi atlit di klub menembak di Kiev. Saat penyerbuan Jerman ke Rusia pada bulan Juni 1941, Lyudmila berusia 24 tahun dan menjadi seorang mahasiswi jurusan sejarah di Universitas Kiev sambil bekerja paruh waktu di Pabrik Amunisi di daerahnya. Masuknya tentara Jerman ke Rusia, mendorong dirinya untuk mendaftarkan diri dan bergabung dalam satuan militer.

Tuesday, March 15, 2011

APC ANOA 6x6 V3 PT PINDAD

ANOA adalah sebuah kendaraan militer lapis baja buatan PT Pindad (persero), Indonesia. Nama ANOA sendiri diambil dari nama hewan Anoa yang hidup di pulau sulawesi. Purwarupa pertama kali di perlihatkan ke publik pada ulang tahun ke 61 TNI pada 5 Oktober 2006 di markas besar TNI, Cilangkap.

Kendaraan tempur pengangkut personil (APC : Armoured personal carrier) dengan sistem penggerak 6 roda simetris, dirancang khusus untuk kebutuhan ALUTSISTA TNI-AD khususnya satuan kavaleri, Ukuran dan operasional di sesuaikan dengan bentuk tubuh TNI dan doktrin dan taktik tempur TNI.

Sunday, March 13, 2011

BATALYON RAIDERS TNI-AD

Batalyon Raider yang memiliki baret hijau tua adalah satu batalyon pasukan elit infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sepuluh batalyon raider yang diresmikan pada 22 Desember 2003 itu, dibentuk dengan membekukan 8 yonif pemukul Kodam dan 2 yonif Kostrad.

Latihan Pertempuran Rimba
Sebagai kekuatan penindak, kekuatan satu batalyon raider (yonif/raider) setara tiga kali lipat kekuatan satu batalyon infanteri (yonif) biasa di TNI. Sepuluh batalyon pertama yang berkualifikasi Raiders ini diambil dari delapan batalyon infanteri pemukul Kodam dan dua batalyon infanteri Kostrad yang bukan Lintas Udara (Linud).

Satuan yang dibekukan itu adalah :
  1. Yonif Linud 100 Bukit Barisan menjadi Yonif 100/Raider Kodam Bukit Barisan
  2. Yonif 145/Bhakti Nagara menjadi Yonif 200/Raider Kodam Sriwijaya
  3. Yonif 327 menjadi Yonif 300/Raider Kodam Siliwangi
  4. Yonif 401 Banteng Raider menjadi Yonif 400/Raider Kodam Diponegoro
  5. Yonif 507/Sikatan menjadi Yonif 500/Raider Kodam Brawijaya. 
  6. Yonif Linud 612/Modang menjadi Yonif 600/Raider Kodam Tanjungpura
  7. Yonif Linjud 700 Wira Yudha Sakti menjadi Yonif 700/Raider Kodam Wirabuana
  8. Yonif 741/ Satya Bhakti menjadi Yonif 900/Raider Kodam Udayana
  9. Yonif 323/ Buaya Putih Kostrad menjadi Yonif 232/Raider divisi 1 Kostrad,
  10. Yonif 412/Bharata Eka Sakti Kostrad menjadi Yonif 412/Raider divisi 2 Kostrad.

KOPASSUS TNI AD (Indonesian Special Force)

Kopassus TNI AD adalah Pasukan Khusus Negara Indonesia yang menempati urutan ke 3 pasukan khusus terbaik dunia berdasarkan survey yang dilakukan oleh Discovery chanel. Peniaian ini berdasarkan skill yang dimiliki masing-masing anggota pasukan khusus yang ada di seluruh dunia, dan bukan berdasarkan Hi-Tech peralatan serta perlengkapan pendukungnya.
Sejarah kelahiran Komando Pasukan Khusus sebagai satuan tidak terlepas dari rangkaian bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia, pada bulan Juli 1950, timbul pemberontakan di Maluku oleh kelopok yang menamakan dirinya RMS (Republik Maluku Selatan). Pimpinan Angkatan Perang RI saat itu segera mengerahkan pasukan untuk menumpas gerombolan tersebut. Operasi ini dipimpin langsung oleh Panglima tentara teritorium III Kolonel A.E Kawilarang, sedangkan sebagai Komandan Operasinya ditunjuk Letkol Slamet Riyadi.