Sunday, March 13, 2011

KOPASSUS TNI AD (Indonesian Special Force)

Kopassus TNI AD adalah Pasukan Khusus Negara Indonesia yang menempati urutan ke 3 pasukan khusus terbaik dunia berdasarkan survey yang dilakukan oleh Discovery chanel. Peniaian ini berdasarkan skill yang dimiliki masing-masing anggota pasukan khusus yang ada di seluruh dunia, dan bukan berdasarkan Hi-Tech peralatan serta perlengkapan pendukungnya.
Sejarah kelahiran Komando Pasukan Khusus sebagai satuan tidak terlepas dari rangkaian bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia, pada bulan Juli 1950, timbul pemberontakan di Maluku oleh kelopok yang menamakan dirinya RMS (Republik Maluku Selatan). Pimpinan Angkatan Perang RI saat itu segera mengerahkan pasukan untuk menumpas gerombolan tersebut. Operasi ini dipimpin langsung oleh Panglima tentara teritorium III Kolonel A.E Kawilarang, sedangkan sebagai Komandan Operasinya ditunjuk Letkol Slamet Riyadi.

Operasi ini memang berhasil menumpas gerakan pemberontakan, namun dengan korban yang tidak sedikit dipihak TNI. Setelah dikaji ternyata dalam beberapa pertempuran, musuh dengan kekuatan yang  relatif lebih kecil sering kali mampu menggagalkan serangan TNI yang kekuatannya jauh lebih besar. Hal ini ternyata bukan hanya  disebabkan semangat anggota pasukan musuh yang lebih tinggi atau perlengkapan yang lebih lengkap, namun juga taktik dan pengalaman tempur yang baik didukung kemampuan tembak tepat dan gerakan perorangan.


Melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorial III No. 55/ Inst / PDS /52 tanggal 16 April 1952 terbentuklah KESATUAN KOMANDO TERITORIUM III yang merupakan cikal bakal “ Korps Baret Merah ”. Sebagai Komandan pertama dipercayakan kepada Mayor Mochamad Idjon Djanbi, mantan Kapten KNIL yang pernah bergabung dengan Korps Special Troopen dan pernah bertempur dalam perang dunia II.
Dalam perjalanan selanjutnya satuan ini beberapa kali mengalami perubahan nama diantaranya :
  • Resimen Pasukan  Komando Angkatan Darat (1952)
  • Kesatuan Komando Angkatan Darat (1953)
  • Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) (1955)
  • kembali berganti nama menjadi Pusat Pasukan Khusus TNI AD (PUSPASSUS TNI AD) tahun 1966
  • Tahun 1971 nama satuan ini berganti menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (KOPASSANDHA)
  • Tahun 1985 satuan ini berganti nama menjadi Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) sampai sekarang.
Setelah beberapa kali mengalami perubahan dalam organisasi, sesuai Surat Panglima TNI Nomor : B/563-08/05/06/ SRU tanggal 23 Maret 2001, maka struktur organisasi Kopassus saat ini terdiri dari : 
MAKOPASSUS (Markas Komando Pasukan Khusus)berkedudukan di Cijantung dengan sesanti Pataka  “ TRIBUANA CHANDRACA SATYA DHARMA”.

Grup-1/ PARAKO (Para Komando)berkedudukan   di Serang dengan sesanti Dhuaja “ EKA WASTU BALADIKA ”.
Grup-2/ PARAKO (Para Komando)berkedudukan di Solo dengan sesanti Dhuaja “DWI DHARMA BIRAWA YUDHA”. 
Grup-3/SANDHA (Sandi Yudha) 
berkedudukan di Cijantung dengan sesanti Dhuaja “CATUR  KOTTAMAN  WIRA  NARACA  BYUHA”. 
PUSDIKPASSUS (Pusat Pendidikan Pasukan Khusus)
berkedudukan di Batujajar dengan sesanti Sempana “TRI YUDHA SAKTI”.
Satuan-81/GULTOR (Penanggulangan Teror)
Berkedudukan di Cijantung dengan sesanti Dhuaja “SIAP SETIA BERANI”
TUGAS POKOK
Pasukan Khusus bertugas pokok melaksanakan Pembinaan Fungsi Teknis Militer Khusus dan kesiapan operasional pasukan sesuai KebijaksanaanKasad serta melaksanakan Operasi Khusus terhadap sasaran strategis terpilih sesuai perintah Panglima TNI 
VISI
Kopassus yang setia, disiplin dan berkemampuan tinggi serta berwawasan kebangsaan

MISI
  • Melaksanakan operasi khusus dalam rangka menegakkan kedaulatan dan keutuhan negara serta melindungi segenap bangsa dan seluruh rakyat Indonesia

  • Menyelenggarakan pendidikan dan latihan khusus di Pusdikpassus

  • Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan dari satuan atas
JANJI KOPASSUS
  1. Saya berjanji, bahwa saya akan tetap setia dan menepati isi dan jiwa Sapta Marga
  2. Saya berjanji, bahwa saya akan memegang teguh dan tetap berpedoman pada Sumpah Prajurit 
  3. Saya berjanji, bahwa saya akan menjunjung tinggi dan mempertahankan derajat, nama, kehormatan dan jiwa Kesatuan Para Komando pada setiap saat, tempat dan keadaan bagaimanapun
Pataka Komando Pasukan Khusus 'Tribuana Chandraca Satya Dharma' 

Lambang atau gambar yang terdapat pada Pataka Kopassus sama dengan emblem yang dikenakan setiap anggota di baretnya. Mula-mula emblem dirancang oleh Letda Inf Dodo Sukanto tahun 1955 selaku perwira Biro Pengajaran yang dibantu oleh juru gambarnya Sersan Hasan. 

Lambang memadukan unsur Komando (gambar pisau komando), unsur laut atau air (digambar dalam bentuk jangkar) dan udara (gambar sepasang sayap) yang dibingkai oleh tali komando. Pada tahun 1964, lambang tersebut dirampingkan dengan menempatkan gambar pisau komando dibagian depan, tetapi gambar dan tandanya pada prinsipnya tidak berubah.
Lambang itulah yang dipergunakan sampai sekarang seperti terlihat di emblem maupun di Pataka Kopassus.

Sejarah Singkat Atribut Kopassus 
Emblem baret Kopassus (saat itu RPKAD) pertama kali digunakan tahun 1954-1968 didesain oleh Letnan Dodo Sukamto. Dipakai pertama kali pada upacara 5 Oktober 1954. Emblem ini terdiri dari sangkur, jangkar yang melambangkan kemampuan di laut dan sayap sebagai mobilitas yang tinggi.


Emblem baret yang digunakan tahun 1968 sampai dengan sekarang dengan sedikit perubahan dari desain awal, sangkurnya lebih ramping seperti pisau Komando dan gambar sayapnya lebih banyak lapisan bulu sayap seperti desain Wing Para Angkatan Darat.
Wing Para Angkatan Darat
Didesain dan dikeluarkan oleh PGT (Pasukan Gerak Tjepat) Angkatan Udara. Digunakan oleh Pasukan Komando AD yang lulus dari latihan terjun PGT di Margahayu dari tahun 1957-1959. Wing ini berbeda dengan wing AU, terdapat tulisan RPKADdibaliknya. 


Wing yang ditengah didesain oleh Letnan Djajadiningrat dan dijuluki ” Wing Kumis” yang dikeluarkan sementara untuk lulusan kursus terjun SPKAD yang baru di bentuk di Batujajar tahun 1960.

Wing paling bawah menjadi wing standar Angkatan Darat dikeluarkan di Batujajar tahun 1961 sampai dengan saat ini. 

Brevet Komando
Brevet kualifikasi Komando yang digunakan sejak tahun 1966 sampai dengan sekarang didesain oleh Mayor Djajadiningrat. Brevet ini dipakai oleh seluruh lulusan Komando di Batujajar. Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dalam demonstrasi ”Show Of Force” di parkir Senayan pada 4 Januari 1966 menggunakan Brevet kualifikasi Komando yang baru.


Wing Free Fall
Wing terjun bebas militer RPKAD, didesain HH.Djajadiningrat dan pertama dikeluarkan tahun 1962 menggambarkan seorang peterjun free fall tergantung dibawah lingkaran yanbg terdiri dari parasut parasut kecil. Instruktur free fall pertama kali negara Yugoslavia: Mladen Milicetic , Stoyan Jovic dan Dobel Stanej di Bandung selama upacara kelulusan pertama kelas free Fall RPKAD, 26 Oktober 1962
dari berbagai sumber

No comments:

Post a Comment

Post a Comment