Sunday, March 20, 2011

Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI-AL

Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut yang dididik dan dilatih untuk menguasai PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut) selama 6 bulan masa perekrutan di Bumi Marinir, Cilandak.

Tugas pokok :
  1. pembinaan kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai
  2. kemampuan klandestin aspek laut.

SEJARAH SINGKAT
Awalnya pada tanggal 4 November 1982, KSAL membentuk organisasi tugas dengan nama Pasukan Khusus AL (Pasusla) atas dasar kebutuhan akan pasukan khusus TNI AL dalam rangka menanggulangi segala bentuk ancaman aspek laut, seperti, terorisme, sabotase, dan ancaman lainnya.

Sebanyak 70 orang personel dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) direkrut untuk pembentukan pasukan ini. Komando serta pengendalian pembinaan berada di bawah Panglima Armada Barat dengan asistensi Komandan Korps Marinir, dan Markas ditetapkan di Mako Armabar.

Melihat perkembangan dan kebutuhan satuan khusus ini, maka pada tanggal 13 November 1984 dibentuklah satuan Antiteror Aspek Laut yang diberi nama DETASEMEN JALA MANGKARA, dimana satuan ini merupakan komando pelaksana Korps Marinir dengan tugas pokok meliputi : 
pelaksanaan pembinaan kemampuan dan kekuatan dalam rangka melaksanakan operasi antiteror, antisabotase, dan klandesten aspek laut atas perintah Panglima TNI

Sistim rekrutmen dimulai sejak pendidikan para dan komando. Parajurit-prajurit terbaik dengan nialai teratas, dipilih untuk bergabung dalam satuan ini dengan satu ketentuan bahwa mereka yang terpilih harus sudah berkualifikasi Intai Amfibi.

Dalam menjalankan aksinya, satuan khusus ini dapat digerakkan menuju sasaran baik lewat permukaan/bawah laut maupun lewat udara.


PENGORGANISASIAN
Denjaka terdiri dari :
  1. satu markas detasemen
  2. satu tim markas
  3. satu tim teknik
  4. tiga tim tempur
MEDAN OPERASI
Sebagai unsur pelaksana, Denjaka ditutut memiliki kesiapan operasional mobilitas kecepatan, kerahasiaan dan pendadakan yang tertinggi serta medan operasi yang berupa kapal-kapal, instalasi lepas pantai dan daerah pantai.

Disamping itu juga, personel satuan ini harus memiliki keterampilan mendekati sasaran melalui laut, bawah laut dan vertikal dari udara, ditambah keterampiln lainnya meliputi :
  1. Intelijen
  2. Taktik dan teknik anti-teror
  3. Taktik dan teknik anti-sabotase
  4. Dasar-dasar spesialisasi
  5. Komando kelautan dan keparaan lanjutan
G36
PERSENJATAAN
Untuk mendukung operasi personel Denjaka dibekali antara lain :
  • Submachine gun (SMG) MP5
  • Daewoo K7
  • Assault Riffle G36
  • HK416
  • SS-1 (Pindad)
  • CZ-58
  • Minimi M60 (light machine gun)
  • Daewoo K3
  • pistol Beretta dan SIG Sauer 9 mm.

2 comments:

  1. Dijaman Majapahitpun Gajah Mada punya satuan Elit ini. Bermarkas di Tuban yg mrpk Pangkalan Angkatan Laut Majapahit dibawah Komando Panglima Angkatan Lautnya Bupati Tuban, Ronggo Lawe. Bravo Jalamangkara..

    ReplyDelete