Thursday, March 17, 2011

PERBEDAAN SNIPER DENGAN PENEMBAK JITU

Selama ini banyak orang awam yang menganggap bahwa penembak jitu adalah sebutan untuk sniper. Keduanya memang dididik dan dilatih untuk menembak tepat pada sasarannya. Namun sebenarnya banyak sekali perbedaan yang sifatnya mendasar dari keduaya, mulai dari segi operasional, struktur sampai dengan sistem persenjataan yang digunakannya.

Agar lebih jelasnya dan lebih gamblang, dalam posting kali ini kita akan melihat lebih seksama tentang apa yang membedakan keduanya.
PENEMBAK JITU (MARKSMAN)

Seorang penembak jitu (marksman/sharpshooter) merupakan bagian dalam sebuah regu Infanteri. Fungsinya adalah untuk memperpanjang jangkauan dari regu tersebut dalam artian pembersihan area yang akan dilalui oleh regunya dari musuh.

Karena dia adalah bagian dari sebuah regu infanteri, maka pakaian yang dikenakannya adalah sama dengan anggota regu lainnya. Posisi menembak pun demikian. Seorang penembak jitu akan menembak sesuai dengan barisan dalam regunya, jadi tidak dalam keadaan bersembunyi (Stealth) dan tanpa menggunakan pakaian kamuflase. Melihat fungsinya itu, maka jarak jangkau senjata yang dipakainya lebih jauh dari senjata yang dipergunakan dalam regunya.

Personil dalam sebuah regu infanteri akan dipersenjatai dengan senapan serbu (assault riffle) otomatis yang rata-rata memiliki jarak tembak efektif antara 400 sampai dengan 500 meter. Sesuai dengan perannya, maka seorang penembak jitu akan dipersenjatai dengan senapan serbu semi otomatis yang telah dimodifikasi (varian) dengan menambahkan teleskop untuk bidikan, yang memiliki jarak tembak sampai dengan 800 meter.

SENJATA PENEMBAK JITU
Seorang penembak jitu, dapat juga dikatakan sebagai penengah jarak antara regunya dengan penembak runduk. Untuk itu senjata yang digunakannya juga bersifat penengah yaitu memiliki setengah karakter dari Assault Rifle dan setengah karakter dari Senapan Runduk.

Kriteria Senapan yang digunakan oleh penembak jitu adalah sebagai berikut :
  • Bidikan Telescopic (karakter dari senapan runduk)
  • Kaliber lebih besar (karakter dari senapan runduk)
  • Kemampuan menembak semi otomatis (karakter dari senapan serbu)
  • Memiliki kapasitas magazine yang cukup besar (10 s.d 30 peluru) (karakter dari senapan serbu)
dari kriteria tersebut di atas, kita dapat melihat bahwa karakter senapan yang digunakannya adalah campuran antara senapan serbu dengan senapan runduk.

Modifikasi senapan serbu adalah cara paling mudah dan murah untuk penembak jitu. Cukup menambahkan telescope untuk bidikan tanpa merubah kaliber senapan. Modifikasi senapan seperti ini contohnya adalah SDM-R, SAM-R, M16A2E3 di mana senapan-senapan tersebut adalah adaptasi dari M16.

Tapi perusahaan-perusahaan senjata melihat ini sebagai peluang, sehingga mereka mengeluarkan varian-varian dari senapan serbu untuk dirubah kalibernya agar menjadi lebih besar dan laras senapan dibuat sedikit lebih panjang dari senapan serbu tetapi masih tetap lebih pendek dari senapan runduk (sniper). contohnya Israel membangun Galil Galatz dengan kaliber barunya 7.62 x 51 mm adalah varian dari IMI Galil, dan Amerika dengan SR-25 yang merupakan varian dari AR-10. Bahkan Rusia membuat senapan khusus untuk penembak jitunya yaitu Dragunov SVD, dan hebatnya senapan ini juga dipergunakan oleh penembak runduk.


PENEMBAK RUNDUK (SNIPER)

Sniper (penembak runduk) adalah personil infanteri yang dilatih secara khusus untuk membunuh musuhnya secara tersembunyi dan dari tempat yang jauh. Selain dilatih kemampuan menembaknya, seorang sniper juga memiliki keahlian dalam bidang kamuflase, sehingga tidak terlihat oleh musuhnya.

Secara umum, tujuan sniper dalam peperangan adalah mengurangi kemampuan tempur musuh dengan cara membunuh sasaran yang bernilai tinggi, seperti perwira. Di Amerika Serikat, Inggris, dan banyak negara lainnya , sniper diterjunkan dalam tim yag terdiri dari dua orang, satu sebagai penembak, dan satu orang lagi sebagai spotter yaitu penunjuk sasaran. Dalam prakteknya, spotter dan penembak biasa bergiliran menembak, agar mengurangi kelelahan pada mata.

Misi sniper adalah pengintaian dan pengamatan, anti-sniper, membunuh komandan musuh, memilih target sendiri secara oportunis, dan bahkan tugas anti material (penghancuran peralatan militer), yang memerlukan senapan berkaliber besar seperti .50 BMG.

Pada perang di Iraq, sniper semakin banyak digunakan sebagai peran pendukung, yaitu untuk melindungi pergerakan infanteri, khususnya di daerah perkotaan.


SENJATA DAN PERLENGKAPAN PENDUKUNG
SENJATA
Berbeda jauh dengan penembak jitu, seorang atau satu tim sniper ditempatkan buat pada tingkat regu, tetapi dalam tingkat Batalyon atau pada tingkat Kompi. Tim ini terpisah dari pasukan jadi mereka benar-benar menjadi tim independen. untuk masalah persenjataan, kriteria dari senapan yang mereka gunakan adalah :
  • Telescopic
  • Kaliber besar
  • Peredam kilatan cahaya/api (pada saat menembak, tidak ada percikan api yang keluar dari laras senapan)
  • Sistim senjata Bolt Action
  • Kapasitas magazine paling banyak 10 peluru
  • Jarak tembak efektif 1000 s.d 2000meter
untuk jenis senapan yang banyak digunakan dan yang menjadi favorit para sniper, dapat anda lihat pada posting sebelumnya "TOP TEN SNIPER RIFLES"


TELESCOPE
Selain senjatanya yang khusus, pada masa sekarang ini telescope untuk bidikan juga dipercanggih dengan infra merah dan night vision bahkan ada yang menggunakan thermal vision (pendeteksi panas tubuh), sehingga mereka bisa beroperasi siang malam dan dalam keadaan tanpa cahaya sama sekali.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, khusunya untuk binocular yang digunakan oleh spotter, dibuat versi digital, di mana seorang spotter dapat memberitahuan jarak sasaran, kecepatan angin, arah angin dan suhu, di mana data-data tersebut mempengaruhi jalur peluru, sehingga penembak dapat menyesuaikan dengan memutar stelan pada bagian atas teleskopnya untuk akurasi tembakannya.


KAMUFLASE
Sniper menggunakan kamuflase dan membatasi gerakan mereka, agar tidak bisa dideteksi. Bidikan teleskopik harus mendapatkan perhatian khusus, karena lensa dari alat bidik harus terbuka, tapi dalam keadaan terbuka akan dapat memantulkan cahaya matahari, dan ini bisa membeberkan posisi sniper.

Solusi yang biasa digunakan adalah mencari tempat bersembunyi yang tidak terkena cahaya matahari langsung, atau dengan menutupi lensa dengan sesuatu yang tidak memantulkan cahaya, seperti sebuah kain tipis.

Sniper modern juga harus memperhatikan kamuflase mereka jika dilihat dengan cahaya infra-merah, karena militer modern sudah menggunakan thermal vision, menggantikan night vision, yang hanya meningkatkan intensitas cahaya. Bahan pakaian dan peralatan bisa muncul bila dilihat dengan alat thermal vision. Maka sniper juga bisa memakai bahan lain seperti plastik, atau bahan khusus seperti selimut thermal, atau bahan lain yang tidak terdeteksi oleh thermal vision

Sekarang kita tahu betul perbedaan antara PENEMBAK JITU dengan SNIPER, mudah-mudahan setelah membaca posting ini, kita tidak salah lagi menyebut penembak jitu yang dicampur adukkan dengan sniper (penembak runduk)

5 comments:

  1. Bagus. Bisa nambah wawasan bagi yg selama ini rancu dan salah kaprah

    ReplyDelete
  2. Benar-benar bermanfaat, dari dulu saya ingin sekali mengikuti pelatihan sniper :)

    ReplyDelete
  3. wah, sekarang bisa tahu bedanya :D
    kunjungi http://abuhasan.student.ipb.ac.id ya

    ReplyDelete
  4. thanks all....semoga bermanfaat....

    ReplyDelete